Prinsip kerja rangkaian pada gambar mengikuti alur flowchart yang kamu buat, yaitu sistem pendeteksi detak jantung dengan indikator LED dan buzzer. Berikut penjelasan dalam bentuk paragraf yang runtut:
Rangkaian dimulai dari kondisi mulai, di mana mikrokontroler STM32F103C8 melakukan inisialisasi sistem. Pada tahap ini, mikrokontroler mengatur konfigurasi pin input-output, mengaktifkan pembacaan sinyal dari sensor detak jantung (HB1), serta menyiapkan output untuk LED dan buzzer. Sensor heart beat akan mendeteksi denyut jantung dan menghasilkan sinyal analog yang kemudian dapat disesuaikan sensitivitasnya menggunakan potensiometer (RV1) sebelum dibaca oleh mikrokontroler.
Setelah inisialisasi, sistem masuk ke dua kondisi utama sesuai flowchart. Pertama, mikrokontroler membaca nilai detak jantung. Jika nilai yang terbaca berada pada sekitar 60 BPM, maka mikrokontroler memberikan output ke LED merah sehingga LED merah menyala sebagai indikator kondisi tertentu (misalnya detak rendah atau normal batas bawah sesuai desain).
Kondisi kedua adalah ketika pushbutton ditekan. Tombol ini berfungsi sebagai input manual ke mikrokontroler. Saat tombol ditekan, mikrokontroler akan mendeteksi logika HIGH/LOW pada pin input dan kemudian mengaktifkan buzzer, sehingga buzzer berbunyi sebagai tanda peringatan atau respon dari input pengguna.
Kedua kondisi ini (pembacaan BPM dan penekanan pushbutton) berjalan sebagai percabangan logika. Setelah salah satu atau kedua kondisi terpenuhi, sistem akan menuju tahap akhir yaitu selesai, yang dalam implementasi nyata biasanya berarti sistem kembali mengulang proses (looping) untuk monitoring secara terus-menerus.
Secara keseluruhan, rangkaian ini bekerja sebagai sistem monitoring sederhana: sensor membaca detak jantung, mikrokontroler memproses data, lalu memberikan output berupa LED sebagai indikator visual dan buzzer sebagai indikator suara berdasarkan kondisi yang terjadi.
No comments:
Post a Comment